KERJASAMA PENTAHELIK UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DI INDONESIA

 

 


 

Permasalahan kompleks yang terjadi di Indonesia bukan tanpa sebab. Permasalahan yang ada terjadi karena hal dasar yang seharusnya sudah dikuasai sedari dini namun  hal tersebut malah diabaikan seolah menjadi hal yang tidak penting. Pada zaman yang serba cepat dengan kemudahan teknologi dan informasi membuat semua orang dengan mudahnya mendapatkan akses kepada informasi. Namun, disayangkan tidak semua informasi yang ada adalah informasi yang benar. Beberapa informasi malah mengandung hoax penyebaran isu yang sensitif karena menyinggung suku, ras, dan agama yang tentuhnya dapat menjadi penyebab disintegragi bangsa. Penyebab dari itu semua karena diri kita tidak dilindungi oleh kemampuan literasi yang cukup sehingga kerap kali ini terjebak dalam permasalahan hanya karena kurangnya literasi.


 

    Literasi merupakan istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Dari data yang dimiliki Kemendikbud mengenai  aktivitas literasi membaca (alibaca) pada tahun 2019 dari tiga puluh empat provinsi di Indonesia, 9 provinsi masuk dalam kategori aktivitas literasi sedang; 24 provinsi masuk kategori rendah; dan 1 provinsi masuk kategori sangat rendah. Artinya tidak satu pun provinsi termasuk ke dalam level aktivitas literasi tinggi dan tentunya hal ini sangat memprihatinkan.

Tingkat literasi yang rendah diakibatkan oleh sulitnya akses buku yang diterima oleh masyarakat. Kurangnya layanan buku buku yang layak serta sdm dalam mengelola itu semua menjadi permasalahan yang saat ini sedang terus di usahakan agar akses buku dapat dicapai oleh semua khalayak. Perpustakaan sekolah yang seharusnya menjadi jantung dari sekolah malah seolah berpenyakit karena hanya menjadi gudang buku dan tempat yang kaku. Maka cara penyelesaiannya adalah dengan meningkatkan pengelolaan perpustakaan sehingga minat kunjungan keperpustakaan menjadi lebih tinggi dan tentunya menjadikan tingkat literasi menjadi tinggi pula. Literasi sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan akan kosa kata, membuat otak bisa bekerja optimal, menambah wawasan, mempertajam diri dalam menangkap suatu informasi dari sebuah bacaan, mengembangkan kemampuan verbal, melatih kemampuan berpikir dan menganalisa, melatih fokus dan konsentrasi dan banyak manfaat lainnya.

 


 

Permasalahan literasi pada saat ini tidak dibiarkan begitu saja, sudah banyak gerakan gerakan yang mulai bersuara pentingnya literasi. Para akademisi, pemerintah, media harus saling bekerjasama agar terbentuk kerjasama pentahelik. Dengan kerjasama di berbagai bidang inilah tentunya mewujudkan indonesia yang paham literasi tidak akan hanya menjadi tagline semata. Indonesia dengan tingkat usia produktifitas tinggi saat ini sedang berada dalam era emas. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk menumbuhkan dan membagikan seruan pentingnya literasi.  Sebagai generasi muda yang sangat mudah dalam menerapkan digitalisasi pada era saat ini dapat kita manfaatkan untuk membuat komunitas, gerakan untuk menyuarakan berbagai kepentingan termasuk literasi. Hal hal yang bisa dilakukan diantranya membuat komunitas literasi, menggalang donasi, membuat pojok pojok literasi, membuat webinar literasi, bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memajukan literasi termasuk pemerintah, membuat akses yang mudah antara masyarakat dengan akses literasi, mengoptimalkan perpustakaan desa, Taman Baca Masyarakat, Perpustkaan sekolah, daerah dan Nasional. Hal ini dapat dilakukan bersama sama untuk menambah tingkat literasi di Indonesia.

 

Daftra Pustaka

https://litbang.kemdikbud.go.id/berita-detail/31

https://www.kominfo.go.id/content/detail/10862/teknologi-masyarakat-indonesia-malas-baca-tapi-cerewet-di-medsos/0/sorotan_media

foto : Kegiatan di TBM Rahayat


Ditulis oleh : Bagus Setiawan NIM 20820116


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pasar Tumpah Di Sepanjang Jalan Teratai Raya Desa Rancaekek Kencana

WACANA BUKBER MAHASISWA ILKOM IWU TERKABUL, DENGAN ADANYA PENUNJANG KEGIATAN HIMA ILKOM: ACARA MENJADI VIRAL DAN SANGAT MERIAH.